KabarPojokIndonesia.com -- KABUPATEN MALANG – Pelaksana Tugas (PLT) Kepala SD Negeri 1 Lawang, Mahmud Haris Al Amin, S.T., S.Pd., M.Pd., memaparkan secara terbuka kondisi kepemimpinan, sarana prasarana, hingga penguatan pendidikan karakter di SD Negeri 1 Lawang saat diwawancarai media Kabar Pojok Indonesia, Jumat (30/01/2026) pagi, di ruang kerjanya.
SD Negeri 1 Lawang yang beralamat di Jalan Thamrin No. 34 RT 03 RW 08, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang, saat ini memiliki 143 siswa dengan dukungan 14 tenaga pendidik dan kependidikan.
Mahmud Haris Al Amin menjelaskan bahwa awal dirinya menjabat sebagai PLT Kepala Sekolah bermula sejak Agustus 2025, setelah kepala sekolah definitif sebelumnya memasuki masa purna tugas.
“Waktu itu kepala sekolah definitif sudah purna. Saya sendiri merupakan lulusan Guru Penggerak, pangkat sudah 3D, kemudian mendapatkan SK sebagai PLT Kepala Sekolah,” ungkapnya.
Ia menambahkan, saat ini dirinya masih menunggu Surat Keputusan (SK) dari Bupati Malang melalui Dinas Pendidikan, mengingat dirinya telah lulus sebagai Bakal Calon Kepala Sekolah (BCKS).
“Sekarang tinggal menunggu SK saja. Untuk sementara, saya masih menjabat PLT karena memang kuota kepala sekolah masih kurang. Kurang lebih ada sekitar 11 sampai 12 orang yang dicalonkan,” jelasnya optimistis.
Mahmud juga mengungkapkan bahwa SDN 1 Lawang saat ini masih menghadapi keterbatasan sumber daya, salah satunya belum tersedianya operator sekolah secara khusus.
“Kami masih melakukan pengkondisian bersama-sama, karena operator sekolah juga belum ada. Jadi semua saling membantu,” ujarnya.
Selain itu, tantangan besar yang dihadapi adalah kondisi bangunan lama peninggalan era Belanda yang memerlukan penanganan serius, terutama pada gedung lama yang digunakan untuk kelas dan ruang kegiatan.
“Bangunan ini memang bangunan lama. Ada beberapa titik yang harus segera ditangani, terutama di gedung lama. Dari luar sudah terlihat gentengnya menurun dan dikhawatirkan membahayakan, khususnya di kelas 6 dan ruang kegiatan,” paparnya.
Ia menyebutkan bahwa pihak kampus bersama dinas terkait sudah melakukan survei hingga tiga kali, namun hingga kini masih menunggu tindak lanjut realisasi. “Kami tetap optimis, semoga pendidikan mendapat perhatian yang lebih,” imbuhnya.
Prestasi Siswa dan Dukungan Sekolah
Di tengah keterbatasan, SD Negeri 1 Lawang tetap berupaya mendorong prestasi siswa. Mahmud menegaskan bahwa pihak sekolah selalu membuka ruang seluas-luasnya bagi murid untuk mengikuti berbagai perlombaan.
“Apapun lombanya dan di manapun, kami selalu sampaikan ke wali murid agar anak-anak ikut dulu. Latihan dulu. Soal menang atau kalah itu belakangan, yang penting berani dan mau mencoba,” katanya.
Beberapa prestasi berhasil diraih, di antaranya lomba drum band tingkat kecamatan, serta seleksi lomba lari dari tingkat kecamatan ke kabupaten pada tahun 2024 dan 2025, yang diikuti oleh siswa kelas 5.
“Dukungan wali murid memang berbeda-beda tiap angkatan, tapi dari sekolah selalu support, termasuk akomodasi untuk pengembangan minat dan bakat siswa,” tegasnya.
Dalam upaya membentuk karakter siswa, Mahmud memperkenalkan konsep budaya sekolah melalui semboyan “Ngawal Utas”, yang merupakan singkatan dari “Ngaji nganti tuntas”.
“Setiap pagi sebelum belajar kami awali dengan doa bersama dan ngaji. Ada sholat dhuha sebelum istirahat, sholat dzuhur berjamaah, dan ngaji bersama sebelum pulang sekolah,” terangnya.
Selain itu, sekolah juga menjalankan program dari Dinas Pendidikan seperti Yasinan setiap Kamis pagi dan Istighotsah setiap Jumat pagi, sebagai bagian dari penguatan spiritual siswa.
Di luar tugasnya sebagai kepala sekolah, Mahmud Haris Al Amin juga aktif dalam berbagai organisasi, di antaranya sebagai Ketua PGRI Ranting Lawang, Sekretaris PGRI Cabang Lawang, Ketua Komite SMP Negeri 1 Lawang, serta Sekretaris LPMK Lawang.
“Dari organisasi-organisasi ini, saya banyak belajar dan memperluas silaturahmi,” tuturnya.
Ia juga menyoroti kondisi akses jalan menuju sekolah yang rusak parah, tepatnya di jalur yang juga digunakan menuju kantor pos dan kantor korwil pendidikan.
“Jalannya rusak, berlubang, dan berbahaya, apalagi saat hujan. Banyak pensiunan yang ke kantor pos sampai harus memutar mencari jalan yang aman,” ungkapnya prihatin.
Lebar jalan sekitar 4 meter dengan panjang kurang lebih 20 meter, namun kondisinya sudah lama rusak dan hanya pernah diperbaiki secara tambal sulam.
“Harapan kami, semoga ada perhatian untuk pengaspalan atau pengecoran. Demi keselamatan bersama,” pungkasnya.
Reporter : Matnadir
Editor : Redaksi






